Pendahuluan
Masalah dalam manajemen merupakan masalah yang sangat penting dalam berlangsungnya sebuah usaha. Dimana mengelola manajemen diperlukan kahlian yang khusus dalam bidang tersebut . Disini kami mengambil tema “dampak manajemen yang tidak profesyonal terhadap kinerja perusahaa” karena manajemen yang tidak profesyonal merupakan langkah awal perusahaan tersebut akan bangkrut atau rugi. Seperti hal-hal yang sudah taka sing lagi bagi kita yaitu masalah kkn ( korupsi kolusi dan nepotisme ) yang sudah menjamur di negara kita tercinta ini. Jadi masalah manajemen adalah masalah yang harus ada perhatian utama, dan perlu penaggulangan yang khusus pula dalam menaggulangi hal tersebut.
Permasalahan
- Budaya apa saja yang dapat menggangu kinerja perusahaan ?
- Mengapa perusahaan besar yang manajemennya tidak di ragukan lagi bisa bangkrut ?
- Mengapa perusahaan harus melakukan pengamatan dan mengerti lingkungan eksternal mereka ?
Pemecahan masalah
1. Budaya apa saja yang dapat mengganggu kinerja perusahaan
A. Budaya malas
B. Budaya suap menyuap
C. Budaya kkn ( korupsi kolusi dan neptisme )
A. Budaya malas
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa penyakit malas bukan lagi hal yang asing kita lihat.tidak hanya dari kalangan orang bawah, dari kalangan atas pun juaga banyak yang terkena penyakit malas. Seperti halnya jamur penyakit malas jika di pangkas maka penyakit malas akan tmbuh subur di dalam diri seseorang.
Sebagai contoh dari penyakit malas yaitu
- Merokok pada saat jam kerja
- Datang tidak tepat waktu
- Suka menunda-nunda pekerjaan
- Suka menyepelekan suatu hal dll.
B. Budaya suap menyuap
Dewasa ini sepertinya sudah umum dan biasa jika seseorang mencari pekerjaan menggunakan system suap menyuap, entah itu dalam pns ataupun swasta seperti dalam perusahaan. Apalgi di negara indonesia ini yang penduduknya terpadat no 5 sedunia. Dengan penduduknya yang banyak, sudah barang tentu banyak pula yang memerlukan pekerjaan. Dengan banyaknya persaingan dalam dunia kerja sering juga kita temui orang yang mencari jalan pintas seperti halnya suap menyuap. Hal demikian ternyata tanpa kita sadari sanagat berpengaruh pada kinerja suatu lembaga atau perusahaan yang menerima pegawai dengan cara sitem suap tersebut. Karena pegawai yang masuk tersebut belum tentu ahli dalam bidang yang harus ia kerjakan. Sehingga kinerja lembaga atau perusahaan atau perusahaan pun akan terganggu. Jika kita kaitkan dengan budaya malas hampir sebagian besar orang yang melakukan kegiatan suap menyuap adalah orang yang malas untuk berusaha, orang yang malas untuk bekerja keras,dan orang yang malas menggunakan kekuatan dan pikiranya untuk mencapai tujuannya tersebut. Dengan demikian bagian control lapangan sangat berperan penting dalam hal tersebut
C. Budaya KKN ( Korupsi Kolusi Dan Nepotisme )
Sebelum kita menginjak hal-hal yang berhubungan tentang kkn perlu kita ketahui dulu apa yang di maksut dengan kkn atau korupsi kolusi dan nepotisme
Korupsi adalah suatu perbuatan penggelapan atau pengambilan hak milik yang bukan miliknya (uang / barang / waktu / dll) utk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kolusi adalah suatu kerjasama gelap antar orang tertentu untuk mendapat keuntungan.
Nepotisme adalah memilih seseorang/sekelompok orang utk sesua tu (mis: pekerjaan) bukan atas dasar kemampuan mereka tapi karena ada hubungan dekat, misal saudara, sahabat, dll
Kolusi adalah suatu kerjasama gelap antar orang tertentu untuk mendapat keuntungan.
Nepotisme adalah memilih seseorang/sekelompok orang utk sesua tu (mis: pekerjaan) bukan atas dasar kemampuan mereka tapi karena ada hubungan dekat, misal saudara, sahabat, dll
Sejak dulu upaya pemberantasan kkn ini sudah mulai di galakkan. Namun mengapa hal tersebut nampaknya tak dapat hilang, malah semakin merajalela menguasai setiap individu yang mempunyai kekuasaan. Seperti halnya seorang pimpinan yang baik dia tak kan bersenang-senang sebelum anak buahnya merasakan senang pula. Banyak perusahaan yang gulung tikar akibat hal tersebut.lalu bagaimana jika hal tersebut terus berlanjut. Tentunya semboyan yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.
Maka dengan demikian fungsi control kembali sangat di perlukan mengingat kkn merupkan penyakit yang harus di sembuhkan dan harus dihilangkan dari diri seseorang . Karena jika tidak akan percuma kita membangu usah jika salah satu ada yang demikin akan akan membuat kinerja usaha akan terganggu pula.
2. Mengapa perusahaan besar yang manajemennya tidak di ragukan lagi bisa bangkrut ?
Melihat dari fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading directing/commanding, coordinating,sampai controlling perusahaan-perusahaan besar sudah sangat paham hal tersebut. Namun biasanya yang menjadi kelemahan adalah pada bagian controlling yaitu pada fungsi pengawasan baik itu internal perusahaan dan eksternal perusahaan.
3. Mengapa perusahaan harus melakukan pengamatan dan mengerti lingkungan internal dan eksternal mereka ?
Sebelumnya mari kita telusuri dulu apakah yang di maksut dengan lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
Linkungan internal perusahaan
Yang dimaksud lingkungan internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.
Sedangkan (lawrence dan william, 1998) mendefinisikan lingkungan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman di dalam lingkungan.
Lingkungan eksternal perusahaan
Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.
Ada dua lingkungan yang berpengaruh disini, yaitu lingkungan societal dan lingkungan kerja. Lingkungan societal meliputi tekanan-tekanan umum yang mempengaruhi secara luas, misalnya tekanan di bidang ekonomi, teknologi, politik, hukum, dan sosial budaya. Tekanan ini terutama sering berpengaruh pada keputusan jangka panjang organisasi. Sementara itu, lingkungan kerja memasukkan semua elemen yang relevan dan mempengaruhi organisasi secara langsung. Elemen-elemen tersebut dapat berupa pemerintah, kreditur, pemasok, karyawan, konsumen, pesaing, dan lain
Ada dua lingkungan yang berpengaruh disini, yaitu lingkungan societal dan lingkungan kerja. Lingkungan societal meliputi tekanan-tekanan umum yang mempengaruhi secara luas, misalnya tekanan di bidang ekonomi, teknologi, politik, hukum, dan sosial budaya. Tekanan ini terutama sering berpengaruh pada keputusan jangka panjang organisasi. Sementara itu, lingkungan kerja memasukkan semua elemen yang relevan dan mempengaruhi organisasi secara langsung. Elemen-elemen tersebut dapat berupa pemerintah, kreditur, pemasok, karyawan, konsumen, pesaing, dan lain
Setelah mengenal lingkunga internal dan eksternal, perusahaan dapat melakukan pengamatan dan pengawasan lebih detail, dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan sebagai mana mestinya.
Rekomendasi / saran
Pada dasarnya kunci suatu usaha akan berjalan dengan lancar dan maju jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan profesyonal.tanpa terpengaruh oleh segala godaan dari luar. Selain itu fungsi pengawasan terhadapa kinerja pegawai atau karyawan juga perlu di perhatikan. Sebab sangat tidak mungkin perusahaan akan maju tanpa diimbangi dengan manajemen yang bagus pula. Selain itu juga perlu adanya pengawasan agar para pegawai atau karyawan dapat bekerja sesesuai apa yang di harapkan perusahaan.
Referensi
- Yasinta.wordpress.com.lingkungan eksternal perusahaan
- agungnuramin’s blog.lingkungan internal dan eksternal perusahaan
- Www.docstoc.com. Budaya malas
- Yahoo answer. Pengertian korupsi kolusi dan nepotisme
Tidak ada komentar:
Posting Komentar