Seorang remaja pria bertanya kepada ibunya,
"Ibu ceritakan kepadaku tentang ikhwan sejati?"
Sang ibu tersenyum dan menjawab,
"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tapi kasih sayangnya pada orang sekitar.
Ikhwan sejati bukanlah di lihat dari jumlah sehabat di sekitarnya, tapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Ikwan sejati bukanlah di lihat dari sebagaimana dia di hormati di tempat kerja, tapi bagaimana dia di hormati di dalam rumah.
Ikhwan sejati bukanlah di lihat dari kerasnya pukulannya, tapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan swjati bukanlah di lihat dari dadanya yang bidang, tapi dari hati yang ada di balik itu.
Ikhwan sejati bukanlah di lihat dari banyaknya akhwat yang memujanya, tapi dari komitmennya terhadap akhwat yang di cintainya.
Ikhwan sejati bukan di lihat dari jumlah barbel yang di bebankan, tapi dari tabahnya dia menjalankan liku kehidupan.
Ikhwan sejati bukanlah di lihat dari kerasnya dia membaca Al-Quran, tapi dari konsistennya menjalankan apa yang dia baca".
Setelah itu remaja pria itu kembali bertanya,
"Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu bu?"
Sang ibu memberinya buku dan berkata,
"Pelajari tentang dia"
Ia pun mengambil sebuah buku,
"Muhammad SAW", judul yang tertulis di buku itu.
21 Maret

Tidak ada komentar:
Posting Komentar