اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ : بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ مَـالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاك نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

AWALI SEMUA DENGAN BASMALLAH

Rabu, 04 April 2012

hukum bermain musik

بسم الله الرحمن الرحيم
Di antara masalah yang (merupakan bencana yang merata) adalah bencana musik dan lagu-laguan. Allah ta’ala berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan lahwal hadits (Hal-hal dan perkataan yang tak berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.” (QS. Luqman : 6)
Memang kenyataannya demikian, musik dan lagu-laguan yang notabene merupakan lahwal hadits telah menghambat manusia dari memahami Al-Qur’an bahkan dari membacanya. Telinga yang semestinya penuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an sekarang telah tersumbat dengan lagu-laguan, mulut yang semestinya basah dengan bacaan Al-Qur’an sekarang basah dengan lagu-laguan.


Allah ta’ala  berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
“Dan orang-orang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan akan Al-Qur’an ini dengan sungguh-sungguh dan (buat) hiruk pikuklah terhadapnya supaya kamu bisa mengalahkan (mereka) (QS. Fushshilat: 26)
Maha benar Allah, mereka telah membikin hiruk pikuk dengan siaran TV, Radio, Kaset, dll, yang kebanyakan melalaikan dari Al Qur’an.
Allah ta’ala berfirman:
أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ (٥٩) وَتَضْحَكُونَ وَلا تَبْكُونَ (٦٠) وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ (٦١)
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini ? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan (nya)”.  (QS. An Najm 59-61)
Saamidun berasal dari kata  AS-Samadu, Ibnu ‘Abbas berkata As-Samadu dalam bahasa Himyar adalah  Al-Ghinaa (lagu-laguan).
Jadi arti Saamidun: kalian bernyanyi. Dalam ayat itu Allah mengingkari perbuatan orang kafir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيَكُوْ نَنَّ فِىْ أُمَّتِىْ اَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ  الْحِرَّ وَ الْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ  (رواه البخارى)
“Sungguh akan ada pada umatku kaum-kaum  yang menganggap halal (menghalalkan)  zina, memakai sutra (laki-laki maksudnya), khomr (minuman keras) dan alat musik”. (HR. Bukhari)
Kabar rasul ini telah terjadi, seperti yang kita alami.
Allah ta’ala telah memberi tanda ‘Ibaadurrahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang)  Dalam firmanya:
وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (٧٢)
“Dan (mereka itu) orang-orang yang tidak menyaksikan Azzur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah mereka berlalu saja dengan menjaga kehormatan”. (QS. Al-Furqan: 72)
Muhammad Ibnu Al Hanafiyyah rahimahullah berkata Azzur : adalah (lagu-laguan) dalam ayat ini.
Ibnu Masud radliyallahu ‘anhu berkata : Al-Ghinaa itu menumbuhkan kenifaqan di dalam hati sebagai mana air mensuburkan tanaman.
Yazid Ibnu Alwalid berkata: Hati-hatilah kalian terhadap musik karena hal itu mengurangi sifat malu, menambah nafsu birahi (syahwat), menghancurkan muru‘ah (harga  diri dan sifat-sifat mulia). Dia itu pendamping khamr, dan bereaksi seperti reaksinya sesuatu yang memabukan.
Dan dikatakan: bahwa Al-Ghinaa itu pembimbing segala kema’shiyatan.
Imam keempat madzab rahimahumullah mengatakan pelarangan Al-Ghinaa :
  • Imam Abu Hanifah berkata; “Bersengaja mendengarkan  (musik dan lagu-laguan) adalah kefasikan.
  • Imam Malik berkata ketika ditanya tentang Al-Ghinaa itu hanya dilakukan oleh orang-orang fasiq.
  • Imam  Asy Syafiy berkata , Al-Ghinaa “Adalah  لـهو(permainan) yang dibenci sekali, dan persis (sama) dengan kebathilan. Dan barang siapa yang banyak melakukannya maka dia itu سفيه  (orang lemah akalnya) yang ditolak kesaksiannya.
  • Imam Ahmad Ibnu Hambal  berkata, Al-Ghinaa itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak tertarik sama sekali.
Allah  Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ
 “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan suara kamu”. (Al Isra: 64)
Imam Mujahid berkata: Suara syaitan adalah Al-Ghinaa

semoga bermanfaat

Tidak ada komentar: