Tulisan ini didedikasikan ntuk si pengirim yang salah alamat “…”
???, dan buat saudara-saudaraku tercinta yang mungkin selama ini sudah
salah kaprah atau mungkin juga masih latah dalam memaknai sebuah istilah
(termasuk saya tadinya, hehe). Nah!, agar kita tidak terlalu
terjebak dalam banyak hal yang hanya akan membuat kita kehilangan rasa
(feel) afiliasi dalam pandangan, yuk sama – sama kita cari tahu makna,
sejarah, serta perkembangan istilah ini, etc..
sumber: http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/18/fundamentalis-konsekuensi-kaum-elit-akhir-zaman-serta-karakteristiknya/
semoga bermanfaat
(ahaa, ini dia). Adalah suatu propaganda dunia
barat dalam mempertahankan hegemoninya, sebagai suatu usaha/ cara
penyampaian informasi yang didalamnya telah terindikasi dengan
benih–benih kepalsuan, tanpa fakta, serta diselimuti segala ide yang
tidak benar. Sekarang istilah fundamentalis ini telah menjadi brain
image bagi umat Islam secara keseluruhan di dunia Internasional, yang
sengaja dibuat para cendekiawan serta kaum intelek neo-konservatif dunia
barat dalam mengintervensi segala bentuk perjuangan umat Islam
(pribadi, kelompok, negara) demi memperjuangkan tegaknya agama Allah
dimuka bumi.
Di dunia kristen protestan-AS, fundamentalis
dikenal dengan sebuah gerakan konservatif yang di awali pada akhir abad
19. Dengan menekankan dasar–dasar pemahaman yang absolute agama kristen. (Ex ; kebenaran mutlat Bible).
Istilah fundamentalis ini menunjuk pada sikap
ekstrim dalam beragama, terutama pada tatanan ideologi, moral, termasuk
politik serta nubuat tentang peristiwa akhir zaman, atau dikenal dengan
akan “kembali lagi israel dan yesus ke dunia”, “second coming of
christ”. Kristen fundamentalis atau kristen sayap kanan “NCR” (the new
christian right), atau dalam politik AS dikenal dengan gerakan politik
keagamaan konservatif. yang bertujuan ntuk menkristenisasikan orang
kristen sebagai kekuatan yang dominan dalam seluruh aspek sosial
masyarakat AS termasuk politik luar negeri AS.
Melalui media massa dan elektronik, yang
dikuasai oleh kalangan yahudi nasrani dunia, akhirnya istilah
fundamentalis itu dialamatkan kepada Islam (pribadi, kelompok, negara)
yang ingin kembali kepada ajaran yang benar, hidup dibawah syariat
Allah. Yang akhirnya fundamentalis ini dimaknai dengan istilah–istilah
lain yang bernada pelecehan, seperti Islam militan, Islam teroris, Islam
ekstrim, Islam garis keras, dsb. Yang semua itu lebih merupakan tuduhan
ketimbang deskriptif, artinya lebih kepada sikap terhadap kelompok,
ketimbang menjelaskan siapa mereka.
Secara historis dan akademis, menurut Dr. Murad
Wahbah, fundamentalis ini pertama kali digunakan oleh seorang editor
majalah NY Watchman, yang berarti menolak segala bentuk penyesuaian
kaidah–kaidah dasar terhadap kondisi baru. Dimana istilah fundamentalis
ini sendiri ditujukan ntuk para kristen katolik AS yang menolak adanya
penyesuaian terhadap realitas modern. Fundamentalis ini juga tidak hanya
terbatas pada kaum katolik AS, tapi dalam perkembangannya mengalami
perluasan makna, ke gerakan – gerakan lainnya seperti fundamentalis
vatikan, yahudi (zionisme), fundamentalis islam, yang identik dengan
statis, fanatik, konservatif.
Dalam Islam sendiri fundamentalis ini dikenal
dengan istilah Al ushuliyyah yang berarti dasar tempat berpijaknya
sesuatu. Bahkan dalam hadits yang shahih pun dijelaskan bahwa akan
senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas
kebenaran, mereka melaksanakan Al quran dan As sunnah dengan konsekuen,
menegakkan syariat Allah, dan meraih kemenangan atas musuh – musuhnya,
baik dari kalangan kafir maupun dari kalangan munafik.
Kelompok ini disebut–sebut sebagai ath–thaifah
al manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan
ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum
beriman menjelang hari kiamat. Yang periodenya dimulai dari baginda
Rasulullah saw beserta sahabat ra, kemudian generasi Islam selanjutnya,
sampai kemudian pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan nabi
Isa as dalam suatu pemerintahan berdasarkan syariat islam.
Mereka juga disebut–sebut sebagai kelompok elit
umat Islam. Dimana kelompok ini adalah kelompok umat Islam yang berada
di atas kebenaran, kelompok yang memadukan ilmu pengetahuan dengan amal
shalih, mereka mengilmui, mengamalkan, mendakwahkan serta memperjuangkan
ajaran Islam keseluruh alam, karena Islam sendiri adalah rahmatan lil
allamiin…
Mereka dengan karakteristiknya ;
Istiqomah dalam memegang akidah yang benar,
menjauhi bid’ah, dan hawa nafsu. Mereka adalah ahlus sunnah yang
berpegang teguh dengan sunnah baginda rasulullah saw, khulafaur
rasyidin, dan menjauhi bid’ah sekte yang menyimpang dari as sunnah.
Mereka istiqomah dalam akhlak/ prilaku yang
diajarkan baginda rasulullah saw. Istiqomah dalam berjihad dengan jiwa
dan harta, dan menegakkan hujjah dakwah kepada umat manusia. Istiqomah
dalam mengusahakan segala sarana materi/ spiritual yang akan
mendatangkan pertolongan serta kemenangan dari sisi Allah.
Mereka membawa panji dakwah, dengan ilmu
mengajak manusia ntuk kembali ke Al quran dan As sunnah. Mereka
menjalankan/ melaksanakan kewajiban amar makruf nahi munkar dengan lisan
dan hari mereka. Mereka tidak terlalu disibukkan dengan segala bentuk
khilafiah di bidang agama, politik, sosial, ekonomi, dan ilmu
pengetahuan.
Mereka melaksanakan jihad fi sabilillah, dengan
hati, lisan, harta, dan jiwa mereka. Mereka tidak bisa dipisahkan dari
perkara dakwah. Dakwah adalah karakter mereka yang paling dominan.
Dibawah ini ada beberapa hadits nabi tentang mereka…
Mu’awiyah bin Abu Sufyan/ Muadz bin Jabal, dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan ; saya mendengar baginda nabi saw bersabda :
“akan senantiasa dari umatku sebuah umat
(golongan/ kelompok) yang menegakkan urusan (agama) Allah. Orang – orang
yang mendustakan mereka tidak akan mampu menimpahkan bahaya kepada
mereka, demikian pula halnya orang – orang yang memusuhi mereka.
Demikianlah keadaan mereka sampai datangnya urusan Allah”
Jabir bin Abdullah berkata ; saya mendengar baginda rasulullah saw bersabda :
“akan senantiasa dari umatku sebuah umat yang
berperang di atas kebenaran sampai hari kiamat. Maka pada saat itu nabi
isa bin maryam turun (ketengah mereka). Pemimpin kelompok tersebut
berkata kepada nabi Isa ‘kemarilah, andalah yang berhak mengimami kami
shalat. Namun nabi isa menjawab “tidak, sebagian kalian adalah pemimpin
atas sebagian yang lain, sebagai bentuk permuliaan Allah atas umat ini”
Uqbah bin Amir berkata ; saya mendengar baginda rasulullah saw bersabda :
“akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku
yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh–musuh
mereka. Orang–orang yang memusihi mereka tidak akan mampu menimpahkan
bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka
tetap konsisten seperti itu”.
Abdullah bin Amru bin Ash menimpali : “benar,
kemudian Allah akan mengutus angin yang wanginya seperti minyak wangi
dan lembutnya selembut sutra. Angin itu tidak akan menyisakan seorang
pun yang di dalam hatinya ada keimanan sebesar biji sawi, kecuali angin
itu mewafatkan orang tersebut. Setelah itu tersisa di atas bumi hanyalah
orang–orang yang jahat. Merekalah yang akan mengalami kiamat”.
Syaikh Muhammad Al Utsaimin : Dituduh sebagai
kaum fundamentalis?, sekalipun demikian, kita tegaskan ; “jika orang
yang berpegang teguh dengan Islam itu adalah seorang fundamentalis, maka
kamilah kaum fundamentalis itu”.
sumber: http://cyberwhite.wordpress.com/2008/09/18/fundamentalis-konsekuensi-kaum-elit-akhir-zaman-serta-karakteristiknya/
semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar